Mengklasifikasi Pilah Jenis Bisnis Modal Kecil Nun Menjanjikan

bisnis dengan modal kecil

Potensi bisnis yang ditawarkan cukup baik dan sudah berkembang. Namun, sebagian masyarakat menganggap waralaba harus dengan modal besar dan hanya untuk bisnis makanan. Dengan modal awal hanya Rp. 1 juta, Famela mengaku margin keuntungannya bisa mencapai 50% dari modal awal yang ia keluarkan. Bisnisnya semakin berkembang terutama setelah pemasaran dilakukan juga melalui website Lidi Geli. Meskipun banyak produk baru dikenalkan, antusiasme masyarakat untuk mencobanya cukup besar. Ia mengawalinya dengan menjual produk pakaian yang ternyata tidak begitu berhasil. Setelah berganti menjadi reseller produk kecantikan, penghasilannya meningkat drastis.

Terutama di event besar, omzet tersebut bisa naik hingga tiga kali lipat. Penting untuk diingat bahwa potensi bisnis ini masih sangat besar. Anda bisa berkreasi dengan jenis bisnis sewa pakaian yang lain. Kuncinya, melihat peluang pasar yang baik sesuai tren yang berkembang saat ini. Faktanya, seiring perjalanan bisnisnya, saat ini ia bisa mendapatkan omzet hingga Rp. 500 juta/bulan. Ini berkat pemasaran unik yang ia lakukan secara online, baik melalui website maupun Instagram.

Berawal dibanding tugas kuliah, ia menemukan ide ladenan cuci sepatu. Lantas bisnis tersebut tambah berkembang, dan menyesar menjadi premium shoes laundry. Dengan perlengkapan Rp100 ribu sekadar, bisnis ini mampu mendatangkan omzet terlintas 500 juta yen per bulannya. Cerita ini berasal dari Refaldy Fauzi, sosok di balik Sneaklin. Jika Anda ingin memulai bisnis ini, Anda bisa melihat potensi pasarnya dulu. Apakah Anda ingin membangun usaha sewa berbagai alat yang lengkap, atau khusus untuk satu jenis perlengkapan saja, misalnya tenda kemping seperti yang dilakukan tendakemping. com. Tiap bulannya, bisnis ini menjanjikan omzet puluhan juta rupiah.

Selain itu, Anda juga bisa mencari niche yang masih belum banyak digarap oleh pebisnis lain. Alasannya, bisnis pribadi memang menjanjikan keuntungan yang menggiurkan.

bisnis dengan modal kecil

Peluang bisnisnya cukup besar karena beberapa pebisnis mengaku bisa balik modal dalam waktu 3-4 bulan saja. Perias pengantin ini sukses mendapatkan penghasilan hingga Rp15 juta tiap bulannya. Untuk bisnis katering, Anda bisa saja memulainya dengan modal minim. Inilah yang ditunjukkan oleh Riezka Sari ketika membangun HalalFood dengan Rp3 juta saja. Namun, kegigihannya dalam berbisnis mengantarkannya pada pencapaian omzet hingga ratusan juta rupiah tiap bulannya. Kemampuan berbahasa asing dapat membantu Anda mendapatkan penghasilan yang besar. Anda bisa memulai bisnis jasa terjemah dengan omzet yang bisa mencapai $500/bulan.

Seorang wedding organizer lain bernama Yupitirani menggunakan modal Rp3 juta untuk memulai bisnis ini. Saat itu sebagai sopir mobil rental, ia menemukan peluang usaha bahwa masyarakat menginginkan seorang sopir yang berpenampilan baik dan berwawasan luas. Menggunakan Twitter, ia mulai mempromosikan “jasa sewa driver good looking”. Solusi untuk hal ini adalah melakukan riset pasar atas peluang usaha yang ingin Anda jalankan.

Faktanya, hampir 54% pebisnis pribadi mengaku pendapatannya meningkat. Anda tak perlu khawatir dengan modal karena modal yang perlu dipersiapkan juga relatif kecil. Yang perlu dibeli antara lain hanyalah template yang harganya sekitar Rp300 ribuan. Jika bisa membuat dan mendesain sendiri, maka bisnis ini bisa dibilang nyaris tanpa modal. Modalnya juga terbilang kecil untuk memulai usaha ini, yaitu sekitar Rp4 juta per bulan. Dari angka tersebut, sekitar 80%-nya akan digunakan untuk membeli bahan baku seperti telur, beras, daging ayam, tahu, tempe, dan sayuran. Sisanya untuk membeli minyak goreng, gas, dan juga transportasi.

Andry Tri Kurniadi adalah contoh pelaku bisnis laundry sukses dengan omzet hingga Rp300 juta/bulan. Awal bisnisnya didasari pemikiran bahwa “kuantitas mencuci baju yang lebih sering dari membeli baju”. Saat itu Ricky memulai bisnisnya secara online bermodalkan sebuah laptop. Ia menawarkan paket tur destinasi Indonesia untuk wisatawan luar negeri melalui websitenya. Saat itu Clara memulai dengan modal Rp200 ribu untuk membeli kasur busa dan menggunakan sepeda motor untuk mengantarkan barang ke konsumen. Sistem promosi yang dilakukan pun masih konvensional dari mulut ke mulut.